Mengenai Saya

Foto saya
Bekazi, Jawa Barat, Indonesia

Selasa, 14 Juni 2011

Character Building

MEMBANGUN KARAKTER BANGSA DENGAN FALSAFAH PANCASILA

Karakter bangsa menurut berbagai pendapat, terbentuk oleh berbagai sumber nilai, yaitu nilai-nilai lokal, nilai-nilai ke Indonesiaan, nilai agama, dan akhir-akhir ini dengan keterbukaan informasi sebagai akibat terjadinya revolusi komunikasi, maka muncul sumber nilai lainnya yang juga sangat dominan ialah nilai-nilai global. Pengaruh global tersebut pun ikut mewarnai seluruh kehidupan masyarakat.

Sedangkan membangun karakter bangsa merupakan gagasan besar yang dicetuskanpara pendiri bangsa karena sebagai bangsa yang terdiri atas berbagai sukubangsa dengan nuansa kedaerahan yang kental, bangsa Indonesia membutuhkan kesamaan pandangan tentang budaya dan karakter yang holistik sebagai bangsa. Hal itu sangat penting karena menyangkut kesamaan pemahaman, pandangan, dan gerak langkah untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran seluruh rakyat Indonesia.

Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sansekerta: pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.

Lima sendi utama penyusun Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan tercantum pada paragraf ke-4 Preambule (Pembukaan) Undang-undang Dasar 1945.

Dalam upaya merumuskan Pancasila sebagai dasar negara yang resmi, terdapat usulan-usulan pribadi yang dikemukakan dalam Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia yaitu :

· Lima dasar oleh muhamad yamin yang berpidato pada tanggal 29 mei 1945, merumuskan lima dasar sebagai berikut: Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat. Dia menyatakan bahwa kelima sila yang dirumuskan itu berakar pada sejarah, peradaban, agama, dan hidup ketatanegaraan yang telah lama berkembang di indonesia,

· Pancasila oleh soekarno yang dikemukakan pada tanggal 1 juni 1945 . Soekarno mengemukakan dasar-dasar sebagai berikut: Kebangsaan; Internasionalisme; Mufakat, dasar perwakilan, dasar permusyawaratan; Kesejahteraan; Ketuhanan. Nama Pancasila itu diucapkan oleh Soekarno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni itu, katanya:
Sekarang banyaknya prinsip: kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan, dan ketuhanan, lima bilangannya. Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa - namanya ialah Pancasila. Sila artinya azas atau dasar, dan diatas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi.

Setelah Rumusan Pancasila diterima sebagai dasar negara secara resmi beberapa dokumen penetapannya ialah :

1. Rumusan pertama piagam jakarta tanggal 22 juni 1945

2. Rumusan kedua undang-undang dasar tanggal 18 agustus 1945

3. Rumusan ketiga mukkadimah konstitusi republik indonesia serikat tanggal 27 desember 1949

4. Rumusan keempat mukkadimah undang-undang dasar sementara tanggal 15 agustus 1950

5. Rumusan kelima rumusan kedua yang dijiwai oleh rumusan pertama merujuk dekrit presiden tanggal 5 juli 1959

Telah diketahui sedikit mengenai sejarah PANCASILA sebagai alat untuk membangun karakter bangsa indonesia sejak dahulu kala. Dengan pengetahuan mengenai PANCASILA yang sesungguhnya seharusnya menjadi kewajiban bagi seluruh masyarakat indonesia dengan mengamalkan dan menjalankan di kehidupan serta sebagai alat untuk membangun karakter bangsa.

Dengan falsafah pancasila :

1. Ketuhanan yang maha esa

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab

3. Persatuan indonesia

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan

5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia

Falsafah pancasila ini harus kita laksanakan di dalam kehidupan kita.jika Pendidikan yang kuat tentang falsafah pancasila dilaksanakan dengan sebenar benarnya maka bangsa indonesia bisa menjadi bangsa yang kuat jauh dari penyimpangan-penyimpangan ekonomi, hukum,sosial dan lain sebagainya menjalankan hak yang semestinya didapat oleh masyarakat yang membutuhkan haknya sehingga haknya tidak dirampas oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Cara yang sebetulnya sangat mudah dijalankan dalam usaha membangun karakter bangsa denga falsafah pancasila yaitu dengan mengingat isi falsafah pancasila, memberikan pendidikan falsafah pancasila sejak sekolah dasar hingga dewasa . menjalankan falsafah pancasila dengan pendidikan yang benar serta kita sebagai individu juga harus berusaha membangun karakter individu yang benar dulu barulah kita bisa membangun karakter bangsa yang kuat dan didorong dengan kepercayaan kepada tuhan dan agama kita masing-masing.

Kamis, 07 April 2011

Kehidupan Koruptor

Kehidupan tersangka pembobol Citibank, Malinda Danuardja alias Inong Malinda alias Malinda Dee, cukup misterius.

Mulai dari status pernikahanya dengan Adus Ali, kehidupan sosialnya, hingga ia mendapatkan uang puluhan miliar rupiah untuk membeli sejumlah mobil mewah dan apartemen. Saat awal penangkapan wanita berusia 47 tahun ini, muncul nama Andhika Gumilang yang awalnya disebut-sebut sebagai suaminya.

Kabar itu dibantah oleh sejumlah orang terdekatnya. Kehidupan pribadi Malinda, saat menikah dengan Adus Ali dua puluh tahun lalu, sebenarnya cukup mewah. Mereka tinggal di sebuah rumah cukup mewah di Jalan Tebet Barat X Raya, Jakarta Selatan.

Di rumah bertingkat dua di RT 08 RW 05 ini, Inong awalnya tinggal dengan suami dan ketiga anaknya, satu laki-laki, dua perempuan.

Rumah mewah di kawasan Tebet itu merupakan warisan dari keluarga Adus Ali. Rumah bercat kuning dan penuh dengan berbagai tanaman hias itu memang terbesar di antara rumah sekitarnya. Adus Ali merupakan putra Betawi dari keluarga berada. Usaha jual-beli mobil mewahnya dan jual-beli rumah membuat keluarga tersebut berkecukupan.

Usaha show room mobil yang dijalankan suami Malinda membuat sejumlah warga tidak heran bila sering melihat mobil mewah seperti Ferari dan Mercedes masuk rumahnya waktu itu. Namun, mobil itu sudah tidak terlihat lagi dalam beberapa tahun belakangan.

Hilangnya mobil mewah juga diikuti dengan “menghilangnya” Inong dari rumah warisan itu. Entah apa penyebabnya, lebih dari dua tahun lalu, Inong sudah tidak pernah muncul di tengah warga. Kabar simpang siur beredar di telinga warga sekitar.

Mulai dari Inong yang telah bercerai dari sang suami sampai “kabur” dan memilih tinggal di sebuah apartemen mewah di kawasan Sudirman. Sejak Inong meninggalkan rumah dan membawa ketiga anaknya sekitar dua tahun lalu, rumah itu menjadi sepi Di mata sejumlah warga, Inong memang jarang mengikuti kegiatan sosial bersama warga lainnya.

Pekerjaannya sebagai karyawan bank asing membuatnya tidak memiliki banyak waktu. Untuk kegiatan RT seperti arisan dan gotong royong membersihkan lingkungan, Inong selalu diwakili oleh pembantunya. Mencuatnya kasus pembobolan 17 miliar rupiah dana nasabah bank tempat Inong bekerja membuat lingkungan geger.

Ketua RT 06 RW 08, Ibu Dodi, mengaku kaget dengan wajah baru Inong yang, katanya, tidak secantik wajah aslinya. Lebih kaget lagi ia dengan tindakan Inong yang menurutnya tidak perlu dilakukan karena dia orang yang telah berkecukupan sejak dulu. _
fransiskus hasiholan/P-2

Kebiaasaan Orang Indonesia

Bingung Taroh dimana nih jadi gw taroh sini aja ....

Tulisan ini bukanlah utk bersifat menjelek2an bangsa sendiri.
ts hanya heran saja dengan kebiasaan orang2 yang ts temui pada umumnya dikehidupan sehari - hari.
ts tidak mengerti kenapa mereka melakukannya padahal sebetulnya tidak perlu dilakukan.
Hampir 19 tahun ts hidup di Indonesia, dan selama itu pula ts melihat kebiasaan - kebiasaan yang menurut ts aneh. Ada yang di jalan raya, atau dalam bersosialisasi
Ingat, ini hanyalah pendapat pribadi tanpa maksud buruk sama sekali. Hanya utk hiburan dan mengembangkan senyum para kalkuser.
Berikut ke sebelas kebiasaan tersebut:
1. KEtika di jalan raya, setiap kali ada kendaraan (mobil, motor, truk, dll) ingin berbelok (ke kiri atau kanan), mereka selalu melambai2kan tangan (jawa: Mengawe - awe). Padahal khan kendaraan mereka khan ada lampu sein-nya toh?? Bukankah lebih mudah menggerakkan jari sejauh satu inchi utk menyalakan lampu sein daripada menggerak2kan seluruh tangan ke atas - bawah??
2. Kalau ada orang menyeberang jalan lewat zebra cross, mereka juga selalu melambai2kan tangan. Padahal lambaian tangan mereka itu seperti memanggil orang utk mendekat kepada mereka, bukankah itu malah menyuruh kendaraan bermotor utk menabrak mereka??
3. Trus, kalo kita jalan2 diperumahan yang semi - semi kampung, atau memang bener - bener kampung, biasanya ada tanda jalan yg bertuliskan "Pelan2 banyak anak kecil". Permasalahannya adalah, seringkali pertanda itu ditaruh di sisi kiri jalan yang notabene memakan sebagian badan jalan. Sudah tahu jalannya kecil, kok malah di taruh palang yg gak penting. Khan bisa saja di taruh di pinggir, tak perlu sampai menghalangi kendaraan. Malah buat macet...
4. Belum lagi kalo kita melewati pertigaan, ts heran dengan orang2 yang menaruh sebuah Tong ditengah jalan. Mungkin maksudnya utk mengatur alurnya kendaraan. Tapi menurut ts malah mempersempit dan mempermacet jalan. Ambil Tong itu, selesai kan? Tanpa Tong itu pun, alur lalu lintas lebih lancar.
5. Kalo ada orang meninggal, biasanya mereka menaruh Karangan Bunga di depan mobil ambulansnya. Fungsinya apa??? Mungkin utk memberitahu bahwa ada yg meninggal, tapi khan lak yo gak penting seh... Udah ada tulisan mobil jenazah lewat, trus ada nguing - nguingnya, ada iring2an mobil, orang lain juga sudah tahu kalo ada yg meninggal.
6. Ketika sedang mendengarkan ceramah pejabat, orang - orang yg ndengerin tuh ceramah pada ngangguk2 semua. Jadi kalo ceramahnya dua jam, ya selama dua jam itu pula kepala mereka bergoyang2 kaya boneka kecil yg biasa ditaruh di dashborad mobil itu. Apa ngga capek??
7. Trus, coba deh kalian perhatikan kalo ada Pejabat yg ngomong di depan kamera, para anak buahnya bakal ngumpul di belakang utk ikutan nampang di kamera. Dan seperti biasa, mereka juga bakal ngangguk2 gak jelas.
8. Kalo ts bersalaman dengan orang - orang, mereka kebanyakan setelah bersalaman menaruh tangan kanannya ke dada. Nda tahu maksudnya apa... padahal tangan lawan salaman mereka juga nda ada yg spesial.
9. Di daerah perkampungan, kalo ada rumah yang sedang punya hajatan, biasanya mereka mendirikan terop/tenda. Lha, habis itu, mereka pasang itu yg namanya Speaker Ribuan Watt. Pasang aja sih nda papa, yg jadi masalah mereka itu nyetel lagu DANGDUT REMIX yang nguuuuuuilani soro... Udah nyetelnya kencang banget, judul lagunya "Mandul" pula. Yeekksss....
10. Terakhir, Setiap kita mau parkir di toko2 atau restoran, biasanya ada tulisan "Bebas Parkir". ts setiap kali melihat tulisan itu ingin ketawa rasanya. Karena sebetulnya orang2 yg menulis itu pasti tidak lulus UNAS Bahasa Indonesia. Sekarang, logikanya gini aja kalo di dalam rumah sakit atau restoran, sering ada tulisan "Bebas Rokok", bukan? Artinya kita tidak boleh merokok, karena area tsb bebas(bersih) dari rokok. Lha, kalo ada tulisan "Bebas Parkir", artinya area tersebut bersih(bebas) dari kendaraan yg parkir. Trus, kenapa kita malah disuruh parkir di situ?? Betul tidak?
11 12 13 dst mohon disumbangkan pendapatnya

Kenakalan Orang Tua

Kita mungkin bosan banget kalo ngomongin kenakalan remaja en kenakalan anak-anak. Tapi, kita jarang dengar en ngomongin kenakalan orangtua. Padahal, kalo mo dirunut lumayan banyak juga lho kenakalan ortu dan emang sangat berpengaruh kepada kehidupan kita. Kenakalan orangtua ini bisa diperluas bukan hanya orangtua di rumah alias keluarga kita. Tapi orangtua di masyarakat seperti guru-guru di sekolah, orang-orang dewasa di lingkungan sekitar, orang-orang dewasa yang bisa kita lihat tampilan wajah dan aksinya di televisi, orang-orang dewasa yang saban hari kita temui di sekolah kehidupan kita, termasuk dalam hal ini adalah para ortu yang menjadi pejabat di negeri ini.

Sobat muda muslim, bukan maksud mo ngejelek-jelekkin ortu kita. Nggak. Ini sekadar renungan aja, betapa kita suka lupa bahwa kenakalan remaja nggak bisa lepas juga dari teladan yang sudah ada. Biar adil nih ye, kalo kita ngomongin kenakalan remaja sampe berbusa-busa atau nulis sampe berlembar-lembar lengkap dengan taburan faktanya, maka nggak ada salahnya juga dong kalo kita nyentil dikit kenakalan orangtua.

Eh, sebenarnya bukan nyentil sih, tapi dikit aja kita bahas sebagai bahan renungan buat kita semua. Ya, semoga saja kita juga jadi bisa ngingetin para ortu yang mau nggak mau memang sudah dan akan mewarnai kehidupan kita saat ini. Ortu di rumah, ortu di masyarakat, dan tentunya ortu yang bertugas sebagai pengurus negara dan rakyat. Semua itu adalah ortu kita yang seharusnya menjadi teladan yang baik buat kita dalam menjalani kehidupan ini.

Oya, ampir lupa ngejelasin definisi nakal. Nakal tuh artinya suka berbuat kurang baik (tidak menurut, mengganggu dsb, terutama bagi anak-anak). Juga berarti buruk kelakuan. Kalo kenakalan adalah kata sifat dari nakal atau perbuatan nakal. Bisa juga berarti tingkah laku secara ringan yang menyalahi norma yang berlaku di masyarakat. (Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Ketiga, 2003, hlm. 772)

Kenakalan orangtua dalam ikatan keluarga
Ehm, terpaksa kudu jujur nih. Seenggaknya ada dua poin yang bisa disebut sebagai kenakalan orangtua secara umum.
Pertama, soal akhlak. Wallahu’alam, apakah karena terlalu sibuk atau nggak ngerti harus berbuat, banyak ortu di rumah yang abai dalam soal akhlak Islam yang baik ini. Padahal, anak or kita-kita akan belajar pertama kali dari cara ortu, karena begitu dekatnya jarak antara kita dengan ortu. Oya, akhlak ini adalah sifat yang harus dimiliki setiap muslim, lho.

Menurut Muhammad Husain Abdullah, dalam kitabnya, Studi Dasar-dasar Pemikiran Islam, hlm 100, disebutkan bahwa secara bahasa akhlak berasal dari kata al-khuluq yang berarti kebiasaan (as-sajiyah) dan tabiat (at-thab’u). Sedangkan menurut istilah (makna syara’) akhlak adalah sifat-sifat yang diperintahkan Allah kepada seorang muslim untuk dimiliki tatkala ia melaksanakan berbagai aktivitasnya. Sifat-sifat akhlak ini tampak pada diri seorang muslim tatkala dia melaksanakan berbagai aktivitas—seperti ibadah, muamalah, dan lain sebagainya. Tentu, jika semua aktivitas itu ia lakukan secara benar sesuai tuntunan syariat Islam.

Nah, para ortu kita di rumah nggak semuanya ngerti soal ini. Bukan kita ngeledekin or ngejelek-jelekkin, tapi emang faktanya ada yang begitu. Waktu saya di kampung dulu, ada orangtua yang suka ikut ngomporin anaknya untuk berantem dengan temannya. Kata-kata penyemangat yang sebenarnya lebih terasa hasutan dihembuskan, “Kamu jangan mau kalah sama dia. Lawan!”, misalnya.

Akibatnya, memang anak-anak di satu keluarga itu akhirnya jadi belagu dan sering nyebelin kalo bergaul, juga kerap berbuat onar karena merasa ada legalitas secara tidak tertulis dari ortunya itu. Jadi, merasa pasti ada yang bakal ngebelain mereka, gitu lho.

Kedua, mengabaikan pelaksanaan syariat. Urusan sholat seringkali jadi masalah. Pelaksanaan syariat untuk individu ini acapkali diabaikan. Kalo ortunya aja sholatnya sesukanya, atau bahkan nggak sama sekali, akan menimbulkan dampak bagi anak. Apalagi jika menyuruh atau mengingatkan anaknya saja untuk sholat nggak pernah. Wah, mungkin nggak adil juga kalo di kemudian hari nyalahin anak yang nggak sholat. Wong, orangtuanya aja nggak sholat dan nggak membimbing anaknya untuk sholat. Kasihan juga kan?

Pengetahuan dalam hal pelaksanaan syariat untuk individu saja, khususnya berpakaian, seringkali terabaikan oleh para orangtua. Kenakalan ortu yang (mungkin saja) tidak disengaja ini bisa membentuk karakter kita dan sudut pandang kita dalam melihat berbagai masalah. Wajar dong kalo kemudian banyak di antara temen cewek kita yang sulit dikasih tahu tentang wajibnya berjilbab kalo keluar rumah atau ada orang asing (bukan mahram) yang berkunjung ke rumahnya. Karena merasa berkerudung en berjilbab tuh kalo mo ke tempat pengajian aja. Seperti yang dicontohkan ortunya. Sedih deh.

Ini baru soal sholat dan berbusana lho (dan kebetulan memang ini yang lebih menonjol masalahnya). Kayaknya masih banyak deh pelaksanaan syariat Islam yang belum dibiasakan di tengah keluarga oleh para orangtua.

Kesehatan GIGI

Gigi yang sehat adalah gigi yang rapi, bersih, bercahaya, dan didukung oleh gusi yang kencang dan berwarna merah muda. Pada kondisi normal, dari gigi dan mulut yang sehat ini tidak tercium bau tak sedap.

Kondisi ini hanya dapat dicapai dengan perawatan yang tepat. Namun, oleh karena berbagai faktor (misalnya biaya dokter gigi yang relatif lebih mahal daripada dokter umum) kesehatan gigi seringkali tidak menjadi prioritas. Kita hanya pergi ke dokter gigi kalau keadaan gigi sudah parah dan rasa sakit tidak tertahankan lagi.

Jawaban:

Padahal, gigi yang sudah dalam keadaan terinfeksi berat dapat mempengaruhi kesehatan secara umum. Selain itu, gigi yang tidak terawat juga menyebabkan napas tidak segar yang ujung-ujungnya bisa menghambat pergaulan. Karena itulah, sebagai remaja (apalagi yang sedang melakukan pendekatan pada pujaan hati) kita harus tahu seluk-beluk perawatan mulut dan gigi.

Mulut merupakan suatu tempat yang amat ideal bagi perkembangan bakteri. Bila tidak dibersihkan dengan sempurna, sisa makanan yang terselip bersama bakteri akan tetap melekat pada gigi kita dan akan bertambah banyak dan membentuk koloni yang disebut plak, yaitu lapisan film tipis, lengket, dan tidak berwarna. Plak merupakan tempat pertumbuhan ideal bagi bakteri yang dapat memproduksi asam. Jika tidak disingkirkan dengan melakukan penyikatan gigi, asam tersebut akhirnya akan menghancurkan email gigi dan akhirnya menyebabkan gigi berlubang.

Selain itu plak ini juga berpengaruh terhadap kesehatan jaringan pendukung gigi seperti gusi dan tulang pendukungnya. Hal ini disebabkan oleh bakteri yang menempel pada plak di atas permukaan gigi dan di atas garis gusi. Kuman-kuman pada plak menghasilkan racun yang merangsang gusi sehingga terjadi radang gusi, dan gusi menjadi mudah berdarah.

Jumat, 11 Maret 2011

DEMOKRASI INDONESIA

Bisa dikatakan bahwa Indonesia sangat berpotensi menjadi kiblat demokrasi di kawasan Asia, berkat keberhasilan mengembangkan dan melaksanakan sistem demokrasi. Menurut Ketua Asosiasi Konsultan Politik Asia Pasifik (APAPC), Pri Sulisto, keberhasilan Indonesia dalam bidang demokrasi bisa menjadi contoh bagi negara-negara di kawasan Asia yang hingga saat ini beberapa di antaranya masih diperintah dengan ‘tangan besi’. Indonesia juga bisa menjadi contoh, bahwa pembangunan sistem demokrasi dapat berjalan seiring dengan upaya pembangunan ekonomi.
Ia menilai, keberhasilan Indonesia dalam bidang demokrasi yang tidak banyak disadari itu, membuat pihak luar termasuk Asosiasi Internasional Konsultan Politik (IAPC), membuka mata bangsa Indonesia, bahwa keberhasilan tersebut merupakan sebuah prestasi yang luar biasa. Prestasi tersebut juga menjadikan Indonesia sangat berpotensi mengantar datangnya suatu era baru di Asia yang demokratis dan makmur.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono yang akrab disapa SBY menerima anugerah medali demokrasi. SBY pun memaparkan panjang lebar perjalanan demokrasi Indonesia. Menurutnya, demokrasi Indonesia merupakan jawaban terhadap skeptisme perjalanan demokrasi di negeri ini. Beliau pun mencontohkan beberapa nada skeptis yang ditujukan kepada Indonesia. Pertama, demokrasi akan membawa situasi kacau dan perpecahan. Demokrasi di Indonesia hanyalah perubahan rezim, demokrasi akan memicu ekstrimisme dan radikalisme politik di Indonesia.
Beliau pun menambahkan bahwa demokrasi di Indonesia menunjukkan Islam dan moderitas dapat berjalan bersama. Dan terlepas dari goncangan hebat akibat pergantian 4 kali presiden selama periode 1998-2002, demokrasi Indonesia telah menciptakan stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Selain itu, Indonesia juga telah berhasil menjadi sebuah negara demokrasi terbesar di dunia dan melaksanakan pemilu yang kompleks dengan sangat sukses.
Meski pada awalnya banyak yang meragukan pelaksanaan demokrasi di Indonesia, kenyataannya demokrasi di Indonesia saat ini telah berusia 10 tahun dan akan terus berkembang. Sebagian orang pernah berpendapat bahwa demokrasi tidak akan berlangsung lama di Indonesia, karena masyarakatnya belum siap. Mereka juga pernah mengatakan bahwa negara Indonesia terlalu besar dan memiliki persoalan yang kompleks. Keraguan tersebut bahkan menyerupai kekhawatiran yang dapat membuat Indonesia chaos yang dapat mengakibatkan perpecahan.

Rabu, 09 Februari 2011

Kemerdekaan Berserikat Dan Berkumpul........

TEMA:Saya mengambil dari pasal 28 yaitu Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang.


Yang saya petik dai kutipan diatas Tentang Kemerdekaan berserikat dan berkumpul dan mengeluarkan pendapat dengan lisan atau tulisan......
keluh dan kesah kita sebagai Rakyat yang menyaksikan dan merasakan, sebagai tindakan kecil kita yang mudah-mudahan dapat menjadi motivasi & bermanfaat besar. Dan seperti yang tertuang dalam : Pasal 28 UUD 1945 " kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang"
Namun tentu tanpa menghina & merendahkan suatu instansi, profesi, organisasi, atau kelompok-kelompok tertentu,dsb.Dengan adanya kemerdekaan berpendapat akan mendorong rakyat suatu negara untuk menghargai perbedaan pendapat. Kemerdekaan berpendapat juga akan menciptakan masyarakat yang demokratis. Budaya demokrasi akan tumbuh bila suasana hati rakyat bebas mengemukakan pendapatnya. Namun kebebasan tersebut haruslah sebuah kebebasan yang bertanggung jawab. Ukurannya adalah kemajuan masyarakat dan terjaganya rasa persatuan, serta moralitas sosial yang dibangun oleh masyarakat tersebut. Dengan demikian, kemerdekaan berpendapat merupakan hal yang penting untuk dipahami apabila negara yang dibentuk bertumpu pada kepentingan rakyat.
Mengeluarkan pikiran secara bebas adalah mengeluarkan pendapat, pandangan, kehendak, atau perasaan yang bebas dari tekanan fisik, psikis, atau pembatasan yang bertentangab dengan tujuan pengaturan tentan kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum.Warga negara yang menyampaikan pendapatnya di muka umum berhak untuk mengeluarkan pikiran secar bebas dan memperoleh perlundungan hukum.Dengan demikian, orang bebas mengeluarkan pendapat tetapi juga perlu pengaturan dalam mengeluarkan pendapat tersebut agar tidak menimbulkan konflik yang berkepanjangan antar-anggota masyarakat.Pentingnya kemerdekaan mengemukakan pendapat secara bebas dan bertanggung jawab dapat dilihat dalam tujuan pengaturan tentang kemerdekaan mengemukakan pendapat di muka umum.Kewajiban dan tanggung jawab warga negara dalam melaksanakan kemerdekaan mengemukakan pendapat secara bebas dn bertanggung jawab di muka umum.entuk penyampaian pendapat di muka umum dapat dilaksanakan dengan unjuk rasa atau demonstrasi, pawai, rapat umum, atau mimbar bebas. Unjuk rasa atau demonstrasi sebagai salah satu bentuk penyampaian pendapat di muka umum adalah kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau lebih untuk mengeluarkan pikiran dengan lisan, tulisan dan sebagainya secara demonstratif di muka umum.Rapat umum adalah kegiatan menyampaikan pendapat di muka umum yang dihadiri oleh orang banyak dengan tema tertentu. Adapun pengertian pawai adalah kegiatan menyampaikan pendapat di muka umum yang dilakukan oleh orang banyak dengan cara melakukan perarakan. Sedangkan mimbar bebas adalah kegiatan menyampaikan pendapat di muka umum yang dihadiri oleh orang banyak dengan bebas, tema dan pembicaraan dilakukan secara bersifat spontan.
Mengemukakan pendapat bagi setiap warga negara dapat dilakuka melalui berbagai saluran. Pada prinsipnya saluran itu dapat dibagi menjadi dua, yaitu saluran tradisional dan saluran moderen.
Saluran tradisional adalah saluran yang sejak dahulu kala sudah merupakan sarana komunikasi antar-manusia, baik secara pribadi maupun kelompok. Saluran-saluran komunikasi tradisional...
Demikian kutipan atau kata-kata yang dapat say ungkapkan dengan tema yang saya ambil tadi,apabila ada kata-kata yang menyinggung,sebelumnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.............."Selamat Membaca"...........TERIMAKASIH.......:)